Pernah merasa pikiran terus berputar, memikirkan hal yang sama berulang-ulang, bahkan untuk hal yang belum tentu terjadi? Itulah yang sering disebut overthinking. Bukan sekadar berpikir, tetapi berpikir berlebihan hingga menguras energi, emosi, dan fokus. Menurut American Psychological Association, pola pikir yang berulang dan sulit dihentikan (rumination) berkaitan erat dengan kecemasan, stres, dan depresi bila dibiarkan terus-menerus. Overthinking membuat seseorang terjebak di kepalanya sendiri memikirkan kemungkinan terburuk, menyesali masa lalu, atau mencemaskan masa depan.

Beberapa ciri yang sering muncul:
- Sulit mengambil keputusan karena terlalu banyak pertimbangan
- Terus mengulang kejadian masa lalu di kepala
- Membayangkan skenario terburuk yang belum tentu terjadi
- Sulit tidur karena pikiran tidak berhenti
- Merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik berat
- Takut melakukan kesalahan kecil
Dampak Overthinking pada Kesehatan Mental
- Meningkatkan kecemasan
- Menurunkan kepercayaan diri
- Menghambat produktivitas
- Membuat emosi tidak stabil
- Mengganggu kualitas tidur
Dalam jangka panjang, overthinking bisa membuat seseorang merasa kehilangan kendali atas pikirannya sendiri.
